Minggu, 21 Maret 2010

BAB 3 KARANGAN ILMIAH

Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
1. Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
2. Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
3. Skripsi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
4. Tesis: karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
5. Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.

• CIRI-CIRI KARANGAN ILMIAH

1. Mendalam/Tuntas,
artinya

* segi-segi masalah dikupas secara mendalam
* masalah dibahas sampai ke akar-akarnya;
* Membicarakan topik secara mendetil.

Bagaimana agar dapat dibahas dengan tuntas?

* jangan memilih masalah/topik yang terlalu luas
* cukupkah buku-buku yang mendukungnya?
* Mengambil sampel yang proposional
* Melengkapi data literatur sebagai sumber rujukan

2. Objektif

* segala keterangan yang dikemukakan apa adanya sesuai dengan data dan fakta yang diperoleh;
(masalah diungkap apa adanya tidak dibuat-buat atau direkayasa). Keobjektifan karya ilmiah dapat dicapai dengan

* data literatur dan data lapangan yang memadai (datanya harus representatif)
* Tidak memanipulasi data

3. Sistematis

uraian disusun menurut pola tertentu sehingga jelas urutan dan kaitan antara unsur-unsur tulisan (berkesinambungan, berurutan,berkaitan)

4. Cermat berupaya menghindari kesalahan/kekeliruan

5. Lugas artinya pembicaraan langsung pada persoalan yang dikaji tanpa basa-basi.

6. Tidak emosional, artinya tanpa melibatkan perasaan

7. Berlaku umum (kesimpulan berlaku bagi semua populasi kajian) kebenarannya dapat diuji

8. Logis, maksudnya segala keterangan yang disajikan memiliki dasar dan alasan yang masuk akal

9. bernas, artinya meskipun uraian itu singkat, isinya padat.

10. Jelas, keterangan yang dikemukakan dapat mengungkap makna secara jernih sehingga mudah dipahami pembaca


11. Terbuka, tidak menutup kemungkinan adanya pendapat baru

12. Menggunakan bahasa baku, tepat,ringkas, dan jelas

Contoh bahasa dalam karya ilmiah
* Pohon itu ditanam sedalam ― meter kuantitatif
* berat maksimal yang diperbolehkan 5 ton kuantitatif
* tiang yang harus disediakan sangat banyak
* volume pekerjaan per jam sangat padat
* mahasiswa itu sangat pandai baku/tidak kuantitatif

Cara penyajian/pemaparan KTI
Naratif bentuknya narasi hasilnya kisahan Deskriptif bentuknya deskripsi
hasilnya uraian Eksposisi bentuknya eksposisi hasilnya paparan Argumentasi bentuknya argumentasi hasilnya bahasan

• Manfaat menulis ilmiah :

1. Melatih berpikir tertib dan teratur karena menulis ilmiah harus mengikuti tata cara penulisan yang sudah ditentukan prosedur tertentu, metode dan teknik, aturan / kaidah standar, disajikan teratur, runtun dan tertib.

2. Menulis ilmiah memerlukan literatur, buku-buku ilmiah, kamus, ensiklopedia yang disusun tertib.

3. Oleh sebab pada hakikatnya sebuah karangan ilmiah ialah laporan tentang kebenaran yand diperoleh dari hasil penelitian di lapangan.

4. Karena dalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab pembahasan yang berfungsi menganalisis, memecahkan dan menjawab setiap permasalahan sampai tuntas hingga ditemukannya jawaban berupa karya ilmiah.

5. Karena dalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab landasan teori atau kerangka teoritis yang berfungsi memaparkan teori-teori para ahli seta mengomentari atau mengkritiknya untuk mendukung dan memperkuat argumen penulis.

• Sikap ilmiah

Selalu meragukan sesuatu.
Percaya akan kemungkinan penyelesaian masalah.
Selalu menginginkan adanya verifikasi eksprimental.
T e k u n.
Suka pada sesuatu yang baru.
Mudah mengubah pendapat atau opini.
Loyal etrhadap kebenaran.
Objektif
Enggan mempercayai takhyul.
Menyukai penjelasan ilmiah.
Selalu berusaha melengkapi penegathuan yang dimilikinya.
Tidak tergesa-gesa mengambil keputusan.
Dapat membedakan antara hipotesis dan solusi.
Menyadari perlunya asumsi.
Pendapatnya bersifat fundamental.
Menghargai struktur teoritis
Menghargai kuantifikasi
Dapat menerima penegrtian kebolehjadian dan,
Dapat menerima pengertian generalisasi

Sumber :
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/bahasa-indonesia/pengertian-karya-ilmiah
http://ironmtn.files.wordpress.com/2009/05/penulisan-karya-ilmiah.ppt.
http://id.shvoong.com/humanities/1914052-manfaat-menulis-ilmiah/
http://blogbahrul.wordpress.com/2007/11/28/sikap-ilmiah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar